Jepon, Suasana terasa begitu beda di Balai Desa Nglaroh Gunung Kecamatan Jepon Kabupaten Blora sejak pagi. Karena pada hari Selasa tanggal 18 Februari 2014 Dompet Dhuafa melaksanakan kegiatan workshop akhir program klaster mandiri, dimana kegiatan ini merupakan acara penutup dari program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa selama kurang lebih 3 tahun, sejak tahun 2010 sampai akhir tahun 2013.

Program Klaster Mandiri Dompet Dhuafa merupakan program pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan program-program ekonomi berbasis kawasan dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dampingan. Adapun wilayah sasaran program klaster mandiri difokuskan di dua kecamatan yaitu Kecamatan Jepon dan kecamatan Jiken. Ad<span “times=”” times”=”” new=”New” roman”;mso-ansi-language:in”=”Roman” ;mso-ansi-language:in””=”” style=”margin: 0px; padding: 0px;”>apun daerah program peternakan di Kelurahan Jepon, Desa Nglaroh Gunung, Semampir, Kemiri di Kecamatan Jepon dan untuk di Kecamatan Jiken berada di Desa Jiken. Sedangkan program pertanian di Desa Bacem Kecamatan Jepon, dan untuk program UMKM di Desa Berumbung,  Jepon, Tempel Lemah Bang, dan Blungun Kecamatan Jepon serta di Desa Singorejo, Nglobo, Jiken dan Nglebur Kecamatan Jiken.

Workshop akhir program selain berisi tentang pemaparan akhir impleme<span “times=”” times”=”” lang=”EN-US” style=”margin: 0px; padding: 0px;”>ntasi program klaster mandiri di Kabupaten Blora yang disampaikan oleh perwakilan pendamping, tentang capaian-capaian yang telah dicapai selama 3 tahun berdasarkan target yang telah ditetapkan, juga memberikan kesempatan kepada dinas terkait untuk menanggapi hasil presentasi tersebut. Dalam kesempatan tersebut para kepala Dinas yang hadir adalah Dinas Pertanian Perkebunan Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blora, Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UMKM Kabupaten Blora, serta Perwakilan Bappeda Kabupaten Blora, menyampaikan apresiasi atas apa yang telah dilakukan Dompet Dhuafa dalam upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Blora melalui program pemberdayaan masyarakat. Karena pemberdayaan masyarakat tersebut merupakan pola yang terbaik dalam pendekatan masyarakat yang akan diberikan bantuan, sehingga bantuan tersebut tepat sasaran. Selain itu para kepala Dinas dalam tanggapannya memberikan kesempatan kepada koperasi-koperasi bentukan Dompet Dhuafa untuk melakukan koordinasi atau mengajukan proposal ke pada dinas sebagai bentuk pendampingan selepas dimandirikan dan akan diikutkan dalam pelatihan-pelatihan dalam rangka peningkatan kapasitas pengurus dan koperasi.

Dalam kesempatan lain juga ada penyerahan aset-aset program kepada koperasi yang akan meneruskan pelaksanaan program setelah pemandirian. Penyerahan asset tersebut diserahkan langsung oleh Ibu Rini (Direktur Program Dompet Dhuafa) kepada Bupati Blora Bapak Joko Nugroho, selanjutnya diserahkan kepada perwakilan koperasi. Hadir dalam workshop ini sekitar 140an orang dari para stakeholders program, yaitu dari perwakilan mitra dampingan: Koperasi Pertani Mandiri, Koperasi Peternak Murakabi, dan Koperasi Syariah ISM  Mulia Sejahtera; Perwakilan Dompet dhuafa dan pelaksana program: Pertanian Sehat Indonesia, Kampung Ternak Nusantara, Karya Masyarakat Mandiri; Bupati Blora, Kepala Kecamatan Jepon, Kepala Dinas Kabupaten: Dinas Pertanian Perkebunan Peternakan dan Perikanan, Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi Dan UMK; serta Kepala Desa.

Author : Achmad Salman Farisy-Koordinator Program KTN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here