REPUBLIKA, BOGOR–Beternak adalah satu kebutuhan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Dari beternak banyak manfaat yang dapat diperoleh dari daging, kulit,  susu, bulu, telur, bahkan kotorannya pun dapat menjadi manfaat bagi tanaman pertanian.

Itu salah satu alasan mengapa Zona Madinah di Dompet Dhuafa mendirikan Kampoeng Ternak Nusantara (KTN).  Di tempat ini masyarakat umum dapat menimba ilmu mengenai tatacara ternak dan pemberdayaannya.

Bertempat di Desa Jampang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, kelompok ternak yang dibina DD ini dengan sukarela membangun perkembangan di desa. Di samping bidang kesehatan yakni Rumah Sehat Terpadu, DD juga berperan penting membentuk karakter di desa itu. Di antaranya program pendidikan dan ketahanan pangan.

Pagi ini, Rabu (6/5), KTN kedatangan tamu dari PT Indofood Fritolay Makmur. Namun, kali ini tamu yang hadir tak seperti biasanya yaitu pelajar, guru, atau lembaga pendidikan lainnya.  Mereka adalah calon pensiunan yang hendak mencari pengetahuan soal dunia peternakan.

Triyugo D.S. pimpinan rombongan selaku Area Personnel Manager PT Indofood menjelaskan kedatangannya ketempat itu untuk membina para calon karyawan yang beberapa tahun ke depan akan pensiun.

“Setelah mereka bekerja dan mengandalkan penghasilan dari sini, kita tidak hanya memberikan pensiun tetapi memberi arahan agar tidak terlantarkan begitu saja.”

Yugo mengaku, pembinaan mengenai peternakan baru pertama kali dilakukan. Upaya ini setelah evaluasi terhadap potensi wirausaha yang dilakukan oleh para pensiunan sehingga pengalaman tata pengelolaan harus kembali dibina agar terencana dengan baik.

Finansial tidak jauh dari wirausaha sebab jika di kota para pensiunan akan memilih untuk membuka kedai makanan cepat saji, kios, atau usaha lainnya. Setelah adanya kegiatan ini, kata Yugo, para calon pensiunan diharapkan lebih mandiri dalam merencanakan wirausahannya.  “Jangan sampai salah langkah harus ada teori sebagai inspirasi dan implementasi,”katanya.

Ia menjelaskan, nantinya seluruh potensi para pensiunan akan kembali di evaluasi guna mencapai keberhasilan di bidang-bidang tertentu. “Nanti kita salurkan pensiunan yang mana terjun sebagai wirausaha dan yang menjadi peternak, “

Ia menyebut, pembinaan dalam bidang beternak ini akan berkesimbungan dalam berkerjasama dengan KTN. Nantinya, para pensiunan yang hendak beternak dapat membina hubungannya sebagai mitra. Menurutnya, beternak tidak sama dengan wirausaha yang adanya pada umumnya di masyarat.

Para peserta mayoritas berusia di atas 45 tahun. Mereka sangat antusias mengikuti kegiatan pembinaan yang diadakan sejak pagi dari mulai materi, cara merawat ternak, sampai mengolah makanan dari susu. Adapun, dalam acara pembinaan itu, pemberi materi Sholeh Amin yang menjelaskan mengenai manfaat beternak dan keuntungannya. Di sana para peserta diarahkan materi dalam berternak kambing, domba, dan sapi. “Hasilnya sangat banyak yang bisa di olah. Dari susu saja bisa menjadi banyak olahan,”ungkap Amin.

Selain itu, kata Amin, kulit hewan ternak sangat memiliki nilai jual tinggi serta sebagai wisata dan seni. Ia berharap para peserta yang mengikuti pelatihan dapat menjadi salah satu mitra bisnis dalam mengembangkan peternakan.

Ditemui oleh Republika,  Manager Operasional KTN, Rizal Achmad Zein, mengatakan bidang pembinaan edukasi serta pemberdayaan peternakan merupakan lembaga yang terbuka untuk umum. Pembinaan mencangkup dari memilih bibit ternak, memilih pakan ternak, sampai mendirikan kandang yang baik. Tidak hanya itu,  para peserta yang datang ke sini akan diarahkan dalam praktikum agar kemudian memahami kondisi sebenarnya.

“Bahkan cara untuk mengambil rumput pun ada caranya, seperti feses (kotoran dan air seni) dapat menjadi pupuk dan pestisida,”katanya.

Rizal mengungkapkan, dalam Islam beternak menjadi bagian dari kehidupan. Bahkan, ia melanjutkan, para nabi dan rasul Allah adalah pengembala. “Nabi Muhammad pun sebelum diangkat sebagai rasul ia adalah seorang pengembala.”

Dalam kisahnya ketika zaman rasul, Rizal merawihkan, seorang gembala bernama Tsalabah meminta kepada Nabi Muhammad untuk mendoakan agar ternak dombanya beranak pinak. Namun usai hewan ternaknya bertambah banyak dan beranakpinak, Tsabalah menjadi lupa untuk beribadah kepada Allah.

Dalam Al-Quran surah Al-Mu’minuun ayat 23 Allah berfirman “Dan sungguh pada hewan-hewan ternak terdapat suatu pelajaran bagimu. Kami memberikan minum kamu dari (air susu) yang ada dalam perutnya, dan padanya juga terdapat banyak manfaat untukmu, dan sebagian darinya kamu makan.”

Umat Islam sendiri pada bulan Dzulhijjah menjalani prosesi Qurban yang melibatkan beberapa hewan yang akan dijadikan sebagai hewan kurban, diantaranya adalah sapi, kambing dan unta. “Hal ini dapat mengingatkan kita akan kaitannya dengan masalah penyediaan hewan ternak yang berkualitas yang menjadi syarat utama untuk berkurban sebagai bagian dari ibadah umat Islam,”kata Rizal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here