Saya mendapat nasihat dari sahabat, “Jamil, jangan pernah kamu berkeinginan menjadi yang terbaik di dunia training, nanti kamu sombong.” Menurut Anda bagaimana nasihat itu, tepat atau tidak? Bagi saya nasihat itu kurang tepat.

Manusia adalah makhluk yang terbaik. Maka, seharusnya kita juga berlomba untuk menjadi yang terbaik atau setidaknya termasuk kelompok yang terbaik. Setiap kita memutuskan untuk melakukan sesuatu, saat itulah kita harus masuk kelompok yang terbaik. Jangan melakukan sesuatu asal-asalan, hanya karena kewajiban, atau yang penting ada kegiatan.

Saat kita memutuskan menikah maka berusahalah untuk menjadi kelompok suami yang terbaik. Saat dikaruniai buah hati maka berkomitmenlah untuk menjadi kelompok orang tua yang terbaik. Saya memutuskan membuat blog atau web maka berupayalah menyajikan yang terbaik, jangan asal buat setelah itu diabaikan.

Saat Anda memutuskan menjadi karyawan, jadilah kelompok karyawan terbaik. Jangan asal-asalan, apalagi berprinsip “yang penting gajian”. Berikan prestasi-prestasi terhebat untuk perusahaan. Jadilah orang yang dibutuhkan perusahaan bukan menjadi beban bagi perusahaan. Percayalah, Anda akan memperoleh banyak manfaat dengan menjadi karyawan terbaik.

Terus bagaimana menghindari sombong? Maka kita harus menambahkan kata “Tanpa Me”: Tanpa Mengharap pujian manusia. Kita menjadi yang terbaik bukan karena mengharapkan puja-puji dan tepuk tangan sesama manusia. Kita melakukannya karena rasa syukur kepada Sang Pencipta yang telah memberikan begitu banyak karunia.

“Tanpa Me” juga bermakna Tanpa Merendahkan orang lain. Untuk mengangkat derajat hidup kita caranya bukan dengan merendahkan atau menjatuhkan orang lain tapi justru dengan mengangkat orang lain. Pantang dalam hidup kita menjatuhkan rekan kita, apalagi rekan satu profesi.

Tanpa Merendahkan orang lain disini juga bermakna: Tanpa Menyakiti, Tanpa Menghina, Tanpa Menginjak, Tanpa Melukai, Tanpa Meremehkan orang lain.

Jadi menurut saya, berjuanglah Anda untuk selalu menjadi kelompok yang “Ter”. Tapi ingat, “Tanpa Me”. Setuju?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here