Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan suatu elemen penting dalam kerangka keberlanjutan (sustainability) sebuah perusahaan dan kini menjadi isu sentral yang semakin popular.  Merespon wacana ini, PT. Pertamina EP Field Rantau tidak hanya menjadikan hal ini sebagai tren namun juga memahami esensi CSR itu sendiri.

Menyadari potensi Sumber daya alam desa Sukaramai II Kecamatan Seruway, yang masih berada pada ring satu, PT. Pertamina melakukan CSR pengembangan usaha sapi potong dengan melibatkan 30 peternak binaan. Peternak binaan ini tergabung dalam kelompok peternak Patra Maju Bersama.

Untuk penguatan teknis perencanaan dan teknis pelaksanaan usaha Peternakan, PT. Pertamina EP Field Rantau bermitra dengan Dompet Dhuafa Waspada – PT. Kampoeng Ternak Nusantara untuk memberikan pendampingan dan pelatihan Peternakan –Participatory Rural Appraisal (PRA) sebagai strategi keberlanjutan program.

Bertempat di kawasan kandang kelompok Peternak Binaan, Pelatihan Aplikatif usaha peternakan sapi dan PRA dilaksanakan selama 3 hari pada 26-29 Agustus 2013.Pelatihan ini diisi dengan materi penting terkait analisa dan manajemen usaha peternakan sapi, kelembagaan dan administrasi, manajemen kesehatan, reproduksi, manajemen pakan, praktek membuat konsentrat, praktek pengobatan sapi, praktek pemeriksaan kebuntingan dan terakhir dilaksanakan Participatory Rural Appraisal (PRA).

“ Saya harap dengan pelatihan ini Peternak Binaan PT. Pertamina EP Field Rantau dapat lebih berkembang, peternak mendapatkan ilmu serta dapat mengaplikasikannya. Dengan komitmen tinggi dari semua pihak saya yakin kegiatan pemberdayaan ini akan berhasil dan tidak menutup kemungkinan PT. Pertamina memperbesar kontribusi program peternakan ini” demikian ungkap Dedi Zikrian S selaku perwakilan PT. Pertamina EP pada acara pembukaan pelatihan Selasa (26/09).

Kepala Desa Sukaramai II Hery Listio Wibowo, ST yang juga menghadiri acara pembukaan menyambut baik kegiatan ini karena dapat memberikan alternative usaha sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

Diawali dengan materi kelembagaan Pemateri Armansyah menjelaskan kepada kelompok peternak manajemen dasar pengelolaan kelompok peternak sehingga diharapkan terbentuk prinsip fairness, transparancy, accountability, dan responsibility.

Manajemen kesehatan juga termasuk salah satu materi yang didapatkan peserta. Banyak hal sederhana yang dapat dilakukan peternak untuk tindakan awal saat ternak mengalami masalah kesehatan. Dimulai dengan perkenalan obat-obatan ternak hingga aplikasi pengobatan bagi ternak.

“Baru kali ini saya memeriksa kebuntingan dan menyuntik langsung sapi” ungkap Sugianto salah satu peternak binaan usai sesi praktikum kesehatan dan reproduksi ternak sapi.

Saat ini peternak masih menerapkankan sistem pemeliharaan tradisional yaitu dengan melepaskan ternak di padang rumput sehingga masih banyak ternak yang kekurangan pakan pada musim tertentu. Hal ini tentu saja berdampak pada bobot ternak peliharaan.

Melalui pelatihan peternak mempelajari bagaimana menerapkan manajemen pemeliharaan intensif sehingga mengurangi resiko pemeliharaan. Yuyu Rahayu pemateri manajemen pakan memberikan penjelasan pentingnya  bahan tambahan pakan, inovasi pengawetan pakan sehingga hal ini sangat mempengaruh pertumbuhan dan kualitas ternak.

Di hari terakhir seluruh peternak diajak untuk menyimpulkan permasalahan yang selama ini mereka hadapi dalam sesi PRA. keterbukaan peternak dan pemahaman masalah  sangat penting pagi pemberdayaan peternak demi menemukan sulosi yang efektif demi kemajuan bersama.

Acara pelatihan akhirnya ditutup dengan penyerahan plakat antara KTN kepada PT. Pertamina yang diserahkan langsung oleh Yayan Rukmana selaku Direktur PT. Kampoeng Ternak Nusantara. Semoga semakin banyak perusahaan yang peduli peternakan Indonesia sehingga program CSR ini dapat menjadi investasi perusahaan memupuk modal sosial.

Author : Nina Arisanti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here