Letusan Gunung Berapi yang terjadi pada tanggal 26 Oktober 2010 lalu, meninggalkan duka yang mendalam bagi masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah gunung Merapi. Letusan gunung Merapi mengakibatkan sedikitnya 353 orang tewas. Salah satu wilayah yang terkena dampak letusan gunung Merapi adalah dusun Balongwetan, Plosorejo, Umbulharjo, Sleman, Jogjakarta.

Masyarakat dusun Balongwetan umumnya adalah para peternak daging yang mengalami banyak kerugian baik materil maupun non materil. Tahun 2011, Kampoeng Ternak Nusantara – Dompet Dhuafa memberikan bantuan 10 sapi perah kepada para peternak dusun Balongwetan,

Sejalan dengan motivasi perbaikan dan pertumbuhan masyarakat dusun Balongwetan di tahun 2015 ini. Kini, jumlah sapi perah yang dimiliki telah mencapai 34 sapi perah. Rata-rata jumlah produksi susu sapi segar per hari mencapai 400 liter, yaitu 250 liter di pagi hari dan 150 liter di sore hari.

Bapak Sukamto dan Bapak Madyo Wiyono sebagai anggota dan pengurus koperasi “Ngudi Makmur” sebagai kelompok peternak binaan Kampoeng Ternak Nusantara, alhamdulillah kini telah merasakan manfaatnya.

Semua itu tidak terlepas dari dukungan dan partisipasi dari para donatur (Muzaqi) Dompet Dhuafa yang telah mendukung Program Recovery Ekonomi pasca letusan gunung berapi Kelud ini.

Semoga tidak hanya pada momentum di saat bencana, program recovery ekonomi bergulir. Akan tetapi, di saat kapanpun kaum dhuafa (mustahiq) membutuhkan pertolongan, Kampoeng Ternak Nusantara dan Dompet Dhuafa dapat ikut membantu memperbaiki ekonomi pada rakyat miskin/dhuafa.

PROFIL RUMAH SUSU JOGJA 2015

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here