Cihideung, Sukasari Kecamatan Tambaksari Kabupaten Ciamis. Pada hari Kamis itu, tepat  pukul 07.00 WIB suasana begitu berbeda dengan hari-hari yang lain. Kamis saat itu merupakan hari yang disepakati bagi saya dan mitra, dimana saya dan mitra sudah mulai bersiap-siap untuk berkunjung ke Balai Pengembangan Perbibitan Ternak (BPPT) Sapi Potong Ciamis yang terletak di Dusun Kidul Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis.

Saya adalah pendamping untuk mitra Program Sentra Ternak Sapi Rancah, Kampoeng Ternak Nusantara-Dompet Dhuafa. Lokasi pendampingan yang saya kelola berlokasi di Desa Sukasari, Kec. Tambaksari, Kab. Ciamis, Jawa Barat.  Saya mengelola 30 KK (mitra) yang tergabung dalam Kelompok Al Hidayah.

Rencana kami untuk mengunjungi BBPT Sapi Potong Ciamis memang penuh dengan rasa sukacita, karena kami senang memperoleh ilmu dan pengalaman dari kunjungan kami di BPPT Sapi Potong Ciamis ini. Walaupun ternyata tidak semua mitra bisa ikut pada kunjungan kali ini karena kesibukan ke sawah, tetapi tak mengurangi semangat dan antusias mitra yang akan mengikuti kunjungan ke Balai.

Jumlah mitra yang ikut sebanyak 13 orang dengan akomodasi kendaraan motor yang kami miliki. Waktu sudah menunjukan pukul 08.00 WIB, berangkatlah kami dengan pemandu/pemimpin perjalanan Bapak Awan yang merupakan mantri Dinas Peternakan Kab. Ciamis. Bapak Awan sangat mendukung kegiatan kami, yaitu program sentra Pembibitan Sapi Rancah di Desa Sukasari Dusun Cihideung ini.

Setelah melalui perjalanan dengan waktu kurang lebih 1 jam 45 menit, maka sampailah kami di lokasi kunjungan yaitu di UPTD Balai Pengembangan Perbibitan Ternak (BPPT) Sapi Potong Ciamis Dinas Peternakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sesampainya di lokasi, kami pun di sambut hangat oleh Bapak Yanto selaku ketua BPPT Sapi Potong Ciamis. Bapak Yanto kemudian memberikan sekilas materi terkait dengan sapi potong dan pembibitan. Beliau menjelaskan mengenai program pemberdayaan dan budidaya sapi lokal yang sedang digalakkan oleh pemerintah, dan informasi mengenai daerah- daerah yang memiliki ciri khas hewan asli daerahnya yang sedang dikembangkan.

Bapak Yanto juga menerangkan mengenai kesalahan pemeliharaan dan pemilihan sapi bakalan untuk digemukkan yang sering dilakukan peternak, misalnya dalam pemilihan sapi bakalan dimana peternak seharusnya memilih sapi tua kurus yang proporsinya baik untuk digemukkan, dan bukan membeli bakalan yang masih muda untuk digemukkan. Hal ini dikarenakan selain membutuhkan waktu yang cukup lama, juga diperlukan biaya operasional yang juga sangat besar.

Setelah penyampaian materi dimana tepat pukul 11.00 WIB, kami diberikan kesempatan untuk meninjau lokasi kandang sapi dan pastura milik BPPT. Disini  mitra banyak yang kagum dengan pastura tersebut, karena baru kali ini mereka melihat wilayah pastura yang begitu luasnya. Disisi lain jumlah sapi yang tersedia juga cukup banyak karena luas peternakan pun juga besar. Beberapa sapi potong seperti PO, Brahman, Simental dan Rancah ada disana.

Walaupun sapi rancah populasinya masih kalah jauh dengan PO disana, tapi balai sedang mengembangkan pemurnian kembali lokal Rancah unggul sehingga nantinya diharapkan akan ada lagi sapi lokal unggul yang bisa dikembangkan ke masyarakat. Beberapa mitra takjub dengan ukuran sapi jantan yang besar yang mencapai bobot badan 750 kg, sedang pejantan Rancah hanya 270 Kg.

Setelah selesai puas melihat-lihat, tepat pukul 12.00 WIB kamipun makan siang dengan bekal yang di bawa masing-masing mitra dan saya juga kebagian jatah makan dari mitra juga tentunya. Waktu Dzuhurpun tiba kami bergegas pamitan pulang, dan kami mendapatkan informasi bahwa Kepala Dinas menjanjikan akan segera memberikan bantuan sapi dan mereka akan memprogramkan bantuan lagi di Tahun Anggaran 2016 mendatang, mengingat kelompok Al-Hidayah yang memiliki anggota yang kompak dan memiliki potensi untuk terus berkembang” jelas Bapak Yanto.

Terbersit di pikiran kami, ini merupakan tantangan bagi kami, apalagi kami sudah  terbiasa beternak bertahun-tahun, dan mengembangkan ternak lokal yaitu “Sapi Rancah”.  Kami yakin semua impian dan cita-cita dapat tercapai dengan berdo’a dan berikhtiar apalagi dijalankan dengan proses pendampingan yang dilakukan oleh Kampoeng Ternak Nusantara-Dompet Dhuafa. Dan kami yakin dengan kebersamaan yang membangun akan dapat “Tumbuh Bersama”. (GGN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here