Apa kabar peternak Indonesia? Belum pulih rasa kesedihan kita sebagai peternak, setelah beberapa bulan lalu kebijakan daging impor telah bersaing dengan peternak kecil, membuat sesak dada bagi peternak kecil.  Tapi kita tidak perlu patah semangat, karena tidak lama lagi kita akan menghadapi panen raya peternak.

Idul Kurban atau Hari Raya Idul Adha,  merupakan hari yang ditunggu-tungggu oleh seluruh peternak, dari tengkulak ternak hinggga peternak skala besar.  Bagi Kampoeng Ternak yang melakukan aktivitas pemberdayaan peternak miskin, momen Hari Raya Idul Kurban tidak akan disia-siakan. Setelah melakukan pembinaan melalui pemberdayaan peternak, Kampoeng Ternak memiliki kewajiban membantu untuk menjualkan hasil karya peternak di lokasi dampingan, agar mereka turut merasakan pesta tahunan ini.

Potensi Kurban

Melirik potensi kurban di Indonesia, ternyata sangat besar. Saat ini potensi kurban sesungguhnya sudah mulai menggeliat, hal ini ditandai dengan meningkatkan dana kurban di lembaga-lembaga kurban setiap tahunnya. Untuk sekedar data di beberapa lembaga, setiap tahun Baznas mendapatkan amanat dana kurban sebesar 6 miliar yang setara dengan 600 ekor sapi, dan sebanyak 30 miliar untuk membeli 20.000 ekor kambing. (Waspada online, 2009). Tahun 2010, Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan Provinsi DKI memperkirakan kebutuhan hewan kurban tahun ini tidak kurang dari 4.667 sapi, 100 kerbau, 33.491 kambing dan 1.892 ekor domba. Sedangkan data dari Dompet Dhu’afa Republika (DDR) mendapatkan amanat dana untuk membeli 20.000 ekor kambing yang setara dengan 18 miliar. Tak jauh beda dengan Rumah Zakat Indonesia (RZI) mampu mengumpulkan kurban dengan dana sekitar 16 miliar. (Republika/4/12).

Kita berharap, kesadaran untuk berkurban terutama di bulan Dzulhijah 1432 H meningkat dari tahun sebelumnya.  kita pun berharap, para pekurban banyak tinggal di kota besar, juga memiliki kesadaran untuk berbagi daging kurbannya untuk masyarakat di daerah-daerah yang sangat membutuhkannya.

Peran Kampoeng ternak terhadap peternak dhuafa
Saat ini Kampoeng Ternak sedang menjalankan program pemberdayaan peternak di 9 Provinsi, 17 Kabupaten, 26 Kecamatan dan 47 Desa.  Stok ternak domba kambing siap potong untuk kurban tidak kurang dari 3.000 ekor dan sapi 123 ekor sapi yang tersebar di beberapa daerah.  Meski belum terlalu besar, bagi peternak dampingan kampoeng Ternak, hari raya kurban menjadi momen untuk meningkatkan pendapatan keluarga peternak.

Peran dan Komitmen Kampoeng Ternak terhadap upaya peningkatan pendapatan peternak dilakukan dengan pendampingan intensif peternak.  Pendampingan 2-3 tahun, pembekalan teknologi tepat guna dan peningkatan kapasitas bagi para mustahik yang lulus seleksi menjadi mitra program Pemberdayaan Kampoeng Ternak.  Dalam proses pendampingan mustahik yang layak akan mendapatkan sejumlah pembiayaan ternak untuk dikembangkan.  Dan salah satu, momen pasar terbesarnya yakni pada Hari Raya Idul Adha atau hari raya kurban.

Dalam hal ini, Kompeng Ternak bersinergi dengan program tebar hewan kurban Dompet Dhuafa.  Kampoeng Ternak juga siapa memfasiltasi pekurban untuk mendapatkan hewan kurban yang layak tentu akan diambil dari hewan kurban di lokasi dampingan.

Akhirul kalam, ayo kita bersiap diri berkurban, kami siap memfasilitasi para pekurban agar daging hewan  kurbannya dapat dirasakan di daerah pelosok dampingan Kampoeng Ternak yang mayoritas dhuafa dan keuntungan hasil penjualan ternakpun langsung dirasakan peternak. Semoga hari raya Idul Adha tahun ini menjadi panen raya bagi peternak dhuafa.  Wa’allahu alam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here