Pagi itu cuaca cukup cerah di Bandar Lampung. Tepatnya di Universitas Lampung (UNILA) yang berada di Jl. Prof. Dr. Sumantri Brojonegoro No. 1, Bandar Lampung, tim Kampoeng Ternak Nusantara (KTN) bertandang membawa sebuah gagasan besar yang dapat memberikan pencerahan bagi dunia peternakan. Pada tanggal 24 April 2013 kemarin, KTN bersama dengan para akademisi senior dari sebuah PTN ternama di Lampung yaitu Universitas Lampung membuat sebuah kesepakatan bersama dalam penyelenggaraan kegiatan  pendidikan dan pelatihan bisnis ternak.  Langkah ini merupakan bagian dari konsep kerjasama ABG (Academicy, Business and Government) yang dikembangkan oleh KTN di tahun ini.

Sekolah Bisnis Ternak Indonesia (SBTI) adalah sebuah program pendidikan dan pelatihan dalam bidang bisnis ternak yang dirancang oleh KTN sebagai pendidikan program profesi dan atau pendidikan informal untuk para lulusan SLTA dan sekolah lainnya yang setaraf dengan SLTA khususnya bagi kalangan ekonomi menengah ke bawah agar dapat menghasilkan lulusan yang memiliki jiwa entrepreneur di bidang peternakan.  Tujuan utama dari kerjasama SBTI dengan UNILA ini adalah dalam rangka mendukung program pemerintah dalam meningkatkan produksi peternakan. Selain dalam pendidikan dan pelatihan yang dikemas secara informal, kerjasama antara SBTI-KTN dan UNILA ini juga mencakup bidang penelitian dan pengabdian masyarakat yang dapat melahirkan sekaligus menjembatani inovasi ilmu dan teknologi di bidang peternakan dengan peternak yang ada di dalam lingkungan masyarakat.

Dalam kesempatan ini hadir perwakilan dari Dekan Fakultas Pertanian yaitu Prof. Dr. Ir. Irwan Sukri Banuwa, M. Si. dan beberapa dosen senior dari Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung (UNILA). Sedangkan dari KTN sendiri hadir Direktur KTN-Dompet Dhuafa yaitu Yayan Rukmana dan beberapa tim Program dan Markom KTN. Dipandu oleh perwakilan dari Dekan Fakultas Pertanian, acara sosialisasi lembaga KTN dan review isi naskah kesepahaman berikut surat perjanjian kerjasama pun bisa diselesaikan secara musyawarah dan mufakat sampai menjelang siang harinya. Setelah kedua belah pihak yaitu KTN dan UNILA menyepakati isi perjanjian maka keduanya menyematkan tanda tangan sebagai tanda persetujuan adanya kerjasama Sekolah Bisnis Ternak Indonesia (SBTI) dengan UNILA, Lampung. Semoga kerjasama ini dapat membawa perubahan yang lebih baik dari sisi perkembangan ilmu pengetahuan dan pencerahan bagi para ‘pejuang peternakan’ yang menginginkan adanya peningkatan dalam kesejahteraan hidupnya serta memajukan dunia peternakan secara umum. Bukan sesuatu yang mustahil apabila program swasembada daging 2014 yang dicanangkan oleh pemerintah bisa tercapai dengan adanya upaya yang keras dari masyarakat peternak serta lingkungannya dan dukungan kebijakan pemerintah yang berpihak pada kalangan ekonomi lemah. InsyaAllah. Wallahu’alam bisshawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here