Kepedulian Berbagai Pihak dalam memajukan peternakan di Indonesia semakin meningkat.  Bagi beberapa perusahan besar, dukungan ini diwujudkan dengan pelaksanaanCorporate Social Responsibility (CSR) yang bersentuhan langsung dengan pemberdayaan peternak. Kegiatan CSR mengharuskan pelaksananya untuk melakukan perencanaan matang dari tahap perencanaan, teknis pelaksanaan, hingga memastikan keberlanjutannya.

Dengan beberapa alasan tersebut diatas maka PT. Antam (Persero) Tbk, mengundang PT. Kampoeng Ternak Nusantara untuk melakukan PRA dan Pelatihan Peternakan bagi kelompok peternak yang telah dibentuk. Tujuan kerjasama ini diharapkan dapat menjadi hulu proses pemberdayaan yang dilaksanakan PT. Antam (Persero) Tbk.

Pelatihan Dasar Aplikatif Peternakan Sapi Dan Participatory Rural Apraisal, menjadi nama pelatihan yang disepakati kedua belah pihak. Pelatihan ini dilaksanakan pada 2-4 april lalu bertempat di pomalaa, kolaka-Sulawesi Tenggara.

“Diharapkan Pelatihan Peternakan ini dapat menjadi langkah positif bagi kemajuan pemberdayaan peternak yang dilaksanakan PT. Antam di Pomalaa, dengan ketulusan berbagai pihak, saya optimis  pemberdayaan ini akan berhasil” demikian ungkap Pamiluddin Abdullah selaku kepala CSR PT. Antam pada acara pembukaan pelatihan Selasa (02/04).

Dalam pembukaan ini juga Yayan Rukmana, Direktur Kampoeng Ternak menjelaskan beberapa upaya Kampoeng Ternak Nusantara untuk memajukan peternakan di Indonesia, yang salah satunya memberikan jasa pelatihan peternakan kepada perusahaan-perusahaan yang mengalokasikan dana CSR mereka untuk program peternakan.

Pelatihan yang berlangsung selama 3 (tiga) hari ini diisi dengan materi penting terkait analisa usaha peternakan sapi, kelembagaan dan administrasi, manajemen kesehatan, reproduksi, manajemen pakan, praktek membuat konsentrat, praktek pengobatan sapi, praktek pemeriksaan kebuntingan dan Participatory Rural Appraisal (PRA).

Di awal pelatihan, pengetahuan manajemen kesehatan yang dimiliki peserta masih sangat kurang, hal ini terungkap dari hasil pre-test dan pengakuaan langsung beberapa peserta.

“Ternyata banyak cara sederhana yang dapat dilakukan dilakukan untuk mengatasi penyakit ternak, karena ketidaktahuan ini, kami malah masih percaya dengan cara jampi-jampi” ujar Makka (55) salah seorang peternak sembari tersipu malu.

Tidak berbeda dengan materi manajemen pakan, menurut Yuyu Rahayu peternak umumnya masih belum mengetahui bahan tambahan pakan, inovasi pengawetan pakan sehingga hal ini sangat mem pengaruh pertumbuhan dan kualitas ternak. diharapkan dengan pengetahuan dan inovasi yang telah diterima, peternak lebih dapat mensukseskan program peternakan ini.

“Selama mengikuti acara ini, banyak hal baru yang kami dapat, saya sangat berterimakasih kepada PT. Antam dan Kampoeng Ternak yang sudah membagi ilmu kepada kami” ujar Hamzah, yang juga menjadi salah satu dari tiga pemenang peserta terbaik pelatihan kali ini.

Dihari terakhir peternak diajak untuk menggali potensi dan kelemahan yang ada pada mereka, hal ini sangat membantu peternak untuk mengetahui masalahnya sendiri sehingga solusi dapat segera ditemukan. Melalui Program PRA ini peternak semakin memahami apa sebenarnya keinginan dan harapan PT. Antam terhadap program peternakan yang telah dilaksanakan. Sehingga seluruh peserta pelatihan berkomitmen penuh untuk mensukseskan program ini dengan bekal ilmu yang telah mereka terima selama tiga hari ini.

Author : Nina Arisanti (Marcom)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here