JAKARTA – Pemerintah berupaya mempercepat peningkatan populasi sapi dan kerbau. Untuk mengejar percepatan itu, maka program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab). menjadi salah satu fokus Kementerian Pertanian.

Seperti dikutip dalam keterangan resminya, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita menyampaikan Upsus Siwab menargetkan 4 juta ekor akseptor dan 3 juta ekor sapi bunting.Sesuai dengan Permentan Nomor 48 Tahun 2016, perbaikan sistem manajemen reproduksi pada Upsus Siwab dilakukan melalui pemeriksaan status reproduksi dan gangguan reproduksi, pelayanan IB dan kawin alam, pemenuhan semen beku dan N2 cair, pengendalian betina produktif dan pemenuhan hijauan pakan ternak dan konsentrat.

Upaya lain yang dilakukan untuk mempercepat peningkatan populasi sapi yakni melalui implementasi Peraturan Menteri Pertanian Nomor 49 Tahun 2016 Tentang Pemasukan Ternak Ruminansia Besar Ke Dalam Wilayah Negara Republik.

Dalam regulasi tersebut, diwajibkan importir sapi bakalan untuk memasukkan sapi indukan dengan rasio 20 persen bagi pelaku usaha dan 10 persen bagi Koperasi Peternak dan Kelompok Peternak.

Meski demikian, upaya percepatan ini juga menghadapi tantangan persoalan kelembagaan dan skala usaha peternak. Maka, berbagai program dan kebijakan dirancang untuk penguatan skala ekonomi dan kelembagaan peternak diantaranya pertama, menggeser pola pemeliharaan sapi perorangan ke arah kelompok dengan pola perkandangan koloni, sehingga memenuhi skala ekonomi.

Kedua, pengembangan pola integrasi ternak tanaman, misalnya integrasi sapi-sawit. Ketiga, pengembangan padang penggembalaan diantaranya dengan optimalisasi lahan ex-tambang dan kawasan padang penggembalaan di Indonesia Timur. Keempat, fasilitasi Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS).

http://industri.bisnis.com/read/20170220/99/630315/kementan-targetkan-3-juta-sapi-bunting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here