Jakarta – Pemberdayaan untuk mencapai kemandirian digalang melalui beragam cara. Kampoeng Ternak Nusantara melakukan pembinaan kepada peternak. Aktifitas ini telah dijalankan sejak 2005 silam dengan melibatkan 1.475 kepala keluarga. Manajer Program Pemberdayaan Peternak Kampoeng Ternak Nusantara Ajat Sudarjat mengatakan, penyebaran bantuan berupa hewan ternak dan dana segar.

Keseriusan program ini, jelas dia, diawali dengan survei mengenai jenis bantuan ternak apa yang sesuai denga kondisi alam serta kemampuan masyarakat. Dari survei ini, ada beberapa klasifikasi jenis ternak di beberapa daerah. Misalnya, bantuan bibit domba Garut diberikan kepada peternak di Garut, Tasikmalaya, Sumedang, dan Sukabumi.

Sedangkan jenis domba ekor tipis digulirkan bagi peserta di Tuban, Karawang, dan Bogor. Peserta di Situbondo mendapat domba ekor gemuk. Kambing peranakan Ettawa diberikan di Lampung, Ogan Komering Utara Timur. “Mereka bisa menjual ternaknya kepada pihak lain dengan syarat harganya lebih tinggi,” katanya kepada Republika, Rabu (15/2).

Biasanya, pasokan hewan ternak berupa kambing dimanfaatkan oleh Lembaga Amil Zakat Dompet Dhuafa dalam program Tebar Hewan Kurban. Dengan adanya fleksibelitas ini, jelas dia, peserta pembinaan terus mengalami peningkatan. Per Januari 2012, populasi kambing domba di Kampoeng Ternak Nusantara mencapai 4,265 ekor.

Kampoeng Ternak Nusantara berusaha menumbuhkan sikap mandiri melalui kewirausahaan. Di sisi lain, lembaga ini sudah lama mengenalkan aktivitas dengan nama Sedekah Ternak Peduli Sesama. Sedekah ini, diperuntukkan bagi para dhuafa yang aktivitas hidup sehari-harinya sebagian besar sebagai buruh tani. #

Sumber: Koran Republika (16/2).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here