Banda Aceh – Kementerian Pertanian mengesahkan empat jenis ternak Aceh sebagai plasma nuftah atau bibit unggul nasional. Keempat jenis ternak tersebut adalah sapi Aceh, kerbau Simeulue, kerbau Gayo, dan kuda Gayo.

”Patennya ada di Aceh. Nantinya, setelah dilaporkan ke FAO (organisasi pangan dunia), tentunya akan menjadi aset nasional,” kata Gubernur Aceh Zaini Abdullah di sela penutupan Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (Penas KTNA) ke-15 di Banda Aceh, Kamis, 11 Mei 2017.

Pemerintah Aceh, menurut dia, serius mengembangkan peternakan keempat jenis hewan tersebut. Bahkan, untuk peternakan sapi telah dilakukan program inseminasi buatan. “Ke depan, kita berharap Aceh menjadi lumbung ternak yang berbasis lokal,” ujar dia.

Seusai Penas KTNA, Zaini berharap puluhan ribu tamu yang masih di Aceh memperpanjang masa liburan. Kalaupun tidak bisa, dia meminta tamu Penas menceritakan kondisi kedamaian Aceh. Gubernur Zaini memastikan tidak ada situasi yang akan mengusik kedamaian dan keamanan di Aceh.

Selanjutnya, arena pameran produk pertanian akan dijadikan lokasi agrowisata yang dikelola pemerintah Aceh melalui Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) terkait.

”Saya minta SKPA terkait dengan pembangunan pertanian, perikanan, dan pariwisata, segera lakukan penataan kawasan tersebut secara lebih baik sehingga dapat menjadi tempat rekreasi keluarga dan obyek wisata berbasiskan pengetahuan di bidang pertanian dan perikanan,” ujarnya.

Ada 10 hektare lahan yang bersisian dengan Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, yang menjadi lokasi tempat ditanamnya berbagai produk unggulan pertanian ataupun perikanan darat.

(Sumber : Tempo.co)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here