Sapi rancah merupakan sapi lokal khas Jawa Barat,  sapi rancah berkembang di masyarakat buffer zone hutan sepanjang wilayah Priangan Utara dan wilayah Pesisir Selatan Jawa Barat. Populasi sapi rancah yang murni kini mulai berkurang, keberadaannya di tengah masyarakat tersisihkan oleh sapi impor. Untuk menjaga populasi sapi rancah dan melestarikan flasma nutfah asli Jawa Barat ini, Gubernur Jawa Barat melaui Dinas Peternakan Jawa Barat melakukan pengembangan sapi rancah.

Turut serta dalam upaya pelestarian flasma nutfah Indonesia dan dalam rangka mendukung program Swa sembada daging sapi tahun 2014, sejak bulan November 2013 Dompet Dhuafa melalui Kampoeng Ternak Nusantara (KTN) membangun sentra sapi rancah yang berlokasi di Desa Sukasai Kecamatan Tambaksari Ciamis Jabar.

Sentra sapi rancah ini merupakan program pemberdayaan masyarakat berbasis peternakan, program ini bertujuan: meningkatkan populasi sapi rancah, meningkatkan pendapatan mitra peternak, dan membangun manajemen perbibitan sapi rancah. Strategi yang digunakan adalah perbibitan berbasis masyarakat (berkelompok) dengan pendampingan intensif dari KTN.

Sampai Februari 2014 ini, KTN  telah membentuk dua kelompok ternak dengan jumlah mitra 20 orang, masing-masing mitra peternak mendapatkan satu ekor induk betina sapi rancah siap kawin. Selain mendapatkan ternak sapi, para peternak juga mendapatkan bimbingan teknis beternak dan mental sepiritual yang disampaikan oleh pendamping masyarakat dalam pertemuan rutin kelompok setiap minggu.

Kedepan Dompet Dhuafa melalui KTN masih akan menambah jumlah mitra peternak dan menambah droping ternak sapi di Desa Sukasari Tambaksari Ciamis ini. Semoga program sentra sapi rancah ini dapat berjalan dengan baik.

Author : Irsyad Sajali (Pendamping Sentra Ternak KTN – Ciamis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here